loading...

Balada Lelaki dari Pulau Muna

Lelaki dari telatah timur
terus memikir
terus berdzikir
siratan gelisah dahsyat dalam jiwa
saat sadari jalan 'nuju ke dunia
: tak bisa direka-reka
semua oleh kehendak-Nya.

Lelaki dari pulau Muna
ada matahari bersinar dalam dada
ada dawai malaikat dalam jiwa
terus melangkah memasuki ruang dan waktu
menghitung jejak tanpa angka
ada tanya tak pernah terjawab
tentang dosa
tentang sorga
tentang neraka
segala berubah ia tahu
tak harus ada target ia tahu
sementara proses jadi bagian dari hidup
gesekan dan benturan
saling menyapa siang dan malam.

Suatu malam kudengar desisnya
di antara desau angin kota budaya
: aku mata air mengalir, menderas
aku tak pernah simpan kitab
kitabku kehidupan guruku alam semesta
kini aku segala bagian getar di udara.


Wisma Seni, Solo
Maret, 2003
"Puisi: Balada Lelaki dari Pulau Muna (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Balada Lelaki dari Pulau Muna
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top