loading...

Para Penziarah Sejarah

Bunga-bunga berdarah ditaburkan di atas mimpi kematianku.
manusia. segumpal kesamaran tipu daya dan ketelanjangan jiwa.
manusia membukit dalam hutan fatamorgana. bentangan tanah
di bawah putaran musim dan sistem tata surya yang kacau.
belahan-belahan batu gunung mengalirkan sungai warna merah
menuju rumah-rumah belasungkawa. orang-orang berpesta
dengan golok dan pedang di tangan. orang-orang yang meringkuk
di balik kesombongan sejarah yang ditulis di atas lontar terbakar,
menyusun rencana ajal demi ajal dengan pidato suci dalam narasi
kebenaran yang panjang dan memabukkan.

Seorang bayi menunggu ajal ibu yang menyusuri sela-sela tanah pecah.
menyusu peradaban gelap dan mati. seorang bayi sejarah di tumpukan
tubuh-tubuh sepi: bagai rumah jiwa kosong dengan dinding bertempelan
gambar pertumpahan darah dan papan reklame ideologi,
pidato moral dan kobaran perang melawan diri sendiri. manusia ...

Seorang bayi memeluk ajal ibu yang meringkik bagai kuda tunggang
el-maut. terhunus pedang dari susunya yang tak pernah mengalirkan
kehidupan. jutaan bayi lain merangkak menuju kesia-siaan yang gila.
tuhan yang kukenal kucari-cari... tapi aku hanya melihat mereka. manusia.

Melbourne, 2002
"Puisi: Para Penziarah Sejarah (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Para Penziarah Sejarah
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Post a Comment

loading...
 
Top