loading...

Abstraksi Studio

Mimpi-mimpi berlompatan dari bilik terkunci
orang-orang yang merasa terejam
mimpi tersangkut di topeng-topeng
bergoyang mengejek sukma yang tak suka tembang
dan saudaraku yang alpa
tiba-tiba seperti lelaki kehilangan baju di tengah kota.

Suara-suara berlopatan dari lidah terikat
orang-orang yang merasa tercekat
suara terhanyut di kali bening
lembak lembak mengejek hati yang masih bercabang
dan saudaraku yang setia
tiba-tiba menebusnya dengan air mata.

Dari abstraksi ke abstraksi 
kita senantiasa mengemas kehidupan
tak perlu mencaci hujan
kita masih punya rembulan keinginan
tak perlu mencaci akik
kita masih punya pradhaning yang manik-manik
penari muda lereng merapi
lidahnya menyimpan aroma bunga gondosuli.

Mendut
Maret, 1995
"Puisi: Abstraksi Studio (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Abstraksi Studio
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top