Antara Qom dan Basra

Roh-roh menyerbu langit
melepuh oleh gelombang api dendam
roh-roh memberati udara bertuba
tinggalkan dosa di puing-puing Qom dan Basra
"Tuhan bukakan pintu rumah-Mu"
masih saja peluru mencabik-cabik matahari
sepanjang tahun di tanah ini
masih saja erang menyayati gurun-gurun
kamp-kamp dan reruntuhan kota
perdamaian tersisa dalam kepak burung-burung
gema azan lama aib oleh debu
Qam dan Basra luluh dalam deru
"Tuhan bukakan pintu rumah-Mu"

Di bumi serdadu perang mengunci nurani
merpati molek terbang sendiri
berlumur darah 'netes atas lembar Al Qur-an
'ratapi bayangnya di kanvas Picasso
Qam dan Basra pun terus memanggil anak-anaknya
mereka dendangkan prahara
dengan peluru dalam mulut
peluru dalam mata
peluru dalam sukma
dan roh-roh terus meniupkan dendam
mesti habiskah cucu Sang nabi tersayang?
Qom dan Basra semakin telanjang.

1990
"Puisi: Antara Qom dan Basra (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Antara Qom dan Basra
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top