Fragmen Hujan Malam

Irama mistis kitaro menerobosi malam
tak mampu 'hentikan
tarian gelisah hujan
ada yang kita sepakati
malam ini lupakan mawar dan melati
keindahan kecil yang sering buat kita lupa
banyak kerja belum terselesaikan
musim terus memburu dan jejak tinggalkan paku
di luar jalanan sunyi mati
tapi jakarta tak pernah hilangkan peta kali
dan mimpi kita tentang perbaikan
semakin membunga di rerumputan
kian gelisah tarian hujan
seharusnya kita berdebat di depan tungku
atau sekadar tergoda menghitung waktu
berapa lama kita dipisah waktu 
lalu kebersamaan itu
yang segera terlewati
semalaman kuselesaikan catatan program sendiri
dan suara langkah di antara hujan
ternyata desau angin
yang mencuri segala catatanku.

Bogor
Februari, 1996
"Puisi: Fragmen Hujan Malam (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Fragmen Hujan Malam
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top