loading...

Hari-Hari yang Terulang

Kota berubah
menghela sejarah
udara uapkan cecer darah
bumi malu sendiri
sembunyikan benih tumbuhan dosa
karena tak mampu memuaskannya
api membakar diri
orang-orang menanam duri
dalam liang-liang mimpi urban
tumbuh menjadi semak dendam
menepis rembulan
hidup dipenuhi untai janji
tiap musim berlepasan
bayangan orang menjadi dajal
memangsa yang tak seharusnya
doa terhempas di atap gereja
zikir terinjak di pintu mushola
orang-orang mabuk nikmati racun tuba
lalu berkata sambil melinggis
saudaranya sendiri serupa iblis
kota kian berubah
sejarah dibelah-belah
jiwa dicacah-cacah.

Jakarta, TIM
Mei, 2000
"Puisi: Hari-Hari yang Terulang (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Hari-Hari yang Terulang
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top