Nyanyian Tanah Garam

Angin yang diluluhkan bauan wangi
barangkali tak akan mampu
menghitung kerikil-kerikil sepi
perih ya, perih!
adakah duri di semak rindu?

Aduh, paman!
kudaki punuk pundak sapimu
dengan secawan nira di tangan
untuk mengisi ruas nyawaku
wahai, bulan betah mengasuh kemarau.

Dari ekor bintang yang semalam gemetar
bisa diduga, siapa yang harus dilecut
agar bangkit kejantanan
umbul-umbul berlukis wayang
sudah tegak di sudut ladang.

Dan sebagai anak dunia
lagu lebah kuresapkan
dan sebagai anak Madura
kugali kubur sebelum berperang.

1978
"Puisi: Nyanyian Tanah Garam (Karya D. Zawawi Imron)"
Puisi: Nyanyian Tanah Garam
Karya: D. Zawawi Imron

Post a Comment

loading...
 
Top