Bulan dan Lelaki Urban

Di langit kota bulan bundar berpendar
menyapa fakir di pinggir taman Chairil Anwar:
selamat malam lelaki penjelajah malam
ucapkan mantera
aku datang dalam anganmu
menjadi sepotong roti dalam genggam
menjadi keeping duit penolak sakit
selamat malam lelaki urban
di langit desa
bulan jua pemandu cengkerama
dengan istri dan kerabat
yang menanti lama
kuceritakan pucukpucuk hutan
jauh di pedalaman
kuceritakan harapan
kau pulang tahun depan
pada mereka kutawarkan kedamaian
berbaringlah di kaki tugu
hitung sampai seribu
kan kusatukan cintamu yang poranda
di kaki lima, kepada perempuan setia
di pinggir rawa-rawa
fakir tersenyum tipis memeluk dada
bayangkan kedamaian yang paling damai
lelaki urban telah kehilangan bulan
pada awal lelapnya, sukmanya terbang
tak peduli apa, bulan tengah bertengger 
di puncak Istana Merdeka.

Jakarta
Agustus, 1980
"Puisi: Bulan dan Lelaki Urban (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Bulan dan Lelaki Urban
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top