loading...

Prasasti Cinta Negeri Perempuan Sederhana

Angin pagi Agustus ringan berhembus 
kabarkan cerita lama tentang bapa
hilang bersama badai perang kemerdekaan
bapaku lelaki bukit padas
dari timur, semangat ruh jagad
lelaki dari langit
mulut simpan kata-kata wingit
kurindukan kehadirannya
setiap pagi agustus tiba
tapi dia tak pernah kembali
hati berkata
bapa telah menyatu pada bumi.

Pagi berangin mentari di pucuk randu
bapa bicara pada semesta:
anakku perempuan cilik
mata bening hati akik
kelak dia kuat bak Kalinyamat
kelak dia mengerti bak Kartini
kelak kutitipkan hari-hari
getar nafas perjuangan
sejak itu bapa hilang
kutanam prasasti di padang-padang
sambil menghitung-hitung bintang
kukirim tembang.

Bogor, 1995
"Puisi: Prasasti Cinta Negeri Perempuan Sederhana (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Prasasti Cinta Negeri Perempuan Sederhana
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top