Sajak Sapu Ilalang di Tikungan Peradaban

Dengan seikat ilalang
kau menyapu bumi gersang
sementara orang-orang
sibuk mencangkul pikiran sendiri
dan lahan-lahan penuh lubang
dan udara bau debu
dan sungai henti mengalir.

Duh leluhur duh karuhun
tinggal sebentar sisa peradaban
dalam ruang-ruang sejarah
tradisi dan adat rapi tersurat
walau budaya asing terjangkan bising
kau masih menyapu dengan seikat ilalang
saat layar kaca berdentang-berdentang.

Di puncak malam zikirmu mengawang
mencari Arasy Sang Maha Suci Ilahi
Maha Kekasih, zikirku rangkaian tasbih
Curahi Cahaya tanahku tua.

Banten
2004
"Puisi: Sajak Sapu Ilalang di Tikungan Peradaban (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Sajak Sapu Ilalang di Tikungan Peradaban
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top