Bisnis

header ads

Puisi: Jakarta dan Orang-orang (Karya Diah Hadaning)

Jakarta dan Orang-orang

Mereka datang setiap musim
bunuh ingatan akan jalan setapak
hasrat menyatu lahan industri baru
tak beri kesempatan ikut bersaing
ke kota barangkali bisa
menimba apa saja
mereka terus datang setiap musim.

Di sepanjang kali Manggarai
tawa mereka berderai 
hidup itu sederhana
selagi matahari masih ada
lalu rame-rame bertanam dosa
anak siapa berkeliaran
tanya petugas malam
anak zaman, sahutnya ringan
dihantar angin basah
hilang di tikungan
hilang dari tikungan
barangkali tersuruk
di bawah jembatan layang
barangkali mencari peradaban.

Esok Jakarta kembali membara
esok matahari kembali menyala
esok kehidupan diberi warna
meski tanpa smaradhahana
kelembutan telah menjelma
jadi nada belingsatan.

Jakarta
Agustus, 1994
"Puisi: Jakarta dan Orang-orang (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Jakarta dan Orang-orang
Karya: Diah Hadaning

Posting Komentar

0 Komentar