Bisnis

header ads

Puisi: Berlin, 1993 (Karya Goenawan Mohamad)

Berlin, 1993


Berlin berteriak
dalam bengis sirene
Kau tersentak:
"Jangan tinggalkan aku di Friedrichstrasse"

Kucium pelupukmu, kelopak yang gelap
di kaca etalase:
Kenapa luka itu tak pernah nampak
seusai berita dan parade?

Pohon-pohon linden sebelum Mei
seperti rangka, seperti berdiri,
nyeri, di kamp tahun '42
pagi hari.

Kulihat rautmu yang turki,
rambutmu yahudi
Berlinmu yang lain,
setelah aku pergi.

Aku pun bertanya, bisakah kita berlindung
pada senja yang tak memihak,
pada malam sejenak,
dan metamorfose?

Berlin hanya berteriak
hanya berteriak
dalam serak
dan bengis sirine.



1994-1996
"Puisi: Berlin, 1993 (Karya Goenawan Mohamad)"
Puisi: Berlin, 1993
Karya: Goenawan Mohamad

Posting Komentar

0 Komentar