Balada Putra Sang Fajar

I
Setiap pagi bangkit di ufuk timur
sentuhan alam murni
melubuk di kedalaman nurani
fajar mengantar matahari merah
puja-puji kemuliaan Ilahi
alam, satwa dan imaji
menyatu pada bayangmu, bapa
abadi dalam ingatan masa bocahku
lima windu silam di kota kecil pantai utara
jiwaku menyapa jiwamu
mencari karismamu pijar
matahari bersaksi anak manusia bersaksi
:Ketika kau bangkitkan rasa berani
terus melangkah ke satu arah
gapura Indonesia merdeka
dan hasrat sejahtera
tatap pandangmu arah cakrawala

Rajawali dan merpati
seakan melintas di angkasa
kutangisi haru bangga
bunga tanjung melati dan gondosuli
kuronce dalam imaji buatmu, bapa

II
Saat tiba masa paling sulit
sejarah jadi padang ilalang tersabit 
kutangisi diam-diam bias wajah buram
namun semangatmu kugenggam
musim bergulir sejarah kuak tabir
puji Tuhan karismamu utuh kembali hadir
kata-kata bernuansa
dan syair-syair dari getar sukma
kupetik dari kebun nurani
pengganti bunga tabur di pusara
angin ombak embun dan kabut
menyatu di hari ini
mewartakan baladamu Putra Sang Fajar

Aku mewakili
anak-anak Indonesia masa itu
langkah-langkahku datang
dari Aceh sampai Irian
nafasku angin pantai sampai pegunungan
suaraku mencari gema suaramu
kucermati mimbar putih itu
dengan pandang mata bocahku
jiwaku bernyanyi balada Putra Sang Fajar.

Bogor, 1995
"Puisi: Balada Putra Sang Fajar (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Balada Putra Sang Fajar
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top