Cerita dari Kampung Tua

Berapa kali banjir menyapa
berapa kali tanganmu tinju udara
musim tetap porak poranda.

Benih-benih ditabur
tak hirau
orang terbahak atau tepekur
tumbuh, tumbuh jika saatnya tumbuh
tak hirau
orang mencaci atau mengaduh
semua sebingkai kenyataan
antara kemarau dan penghujan
dering-dering suara becak
gema dari ucapanmu
yang selalu tak pernah kompromi
selain katamu yang satu itu!

Satu kata yang sangat kuhafal
seperti anak dan istrimu
hafal akan desir kampung tua itu.

Bogor, 2000
"Puisi: Cerita dari Kampung Tua (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Cerita dari Kampung Tua
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top