Fragmen Hujan Siang

Tiada tersisa lagi di balik lembar kelabu
langit ditinggalkan serat-serat cahaya
luruh bersama hujan sesiang
dan orang-orang petualang
menyusuri kota lewat gang-gang
terlalu banyak yang harus diburu
dalam kehidupan ini
hujan siang tak menghalangi
telah basah pepohonan di halaman
bunga-bunga menggigil
berita kota terus bertemperasan di layar kaca
mengabarkan perempuan-perempuan korban peradaban
dan sebuah kesadaran yang terlambat
tentang pentingnya kawasan hijau 
diselamatkan dari kerakusan manusia
pasti kita tengah merasa kehilangan
ada yang lenyap terampas dari kenangan
langkah-langkah masa muda
yang menyimpan getar dunia.

Bogor
Februari, 1996
"Puisi: Fragmen Hujan Siang (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Fragmen Hujan Siang
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top