loading...

Jakarta di antara Luka-Luka

Dering-dering jahanam
menanam bibit dendam
kata cadas hati culas
hari-hari bagai dilas
Jakarta menggilas
dengan caranya sendiri.

Terseok mengejar esok
sesiapa mengintai di pojok
siap membacok
aku bagai popok teronggok
Jakarta terus menatap sinis
aku rindu sapanya manis.

Siapa suruh datang Jakarta
kudengar nyanyian lama
merayap di udara.

Ke Jakarta aku kan kembali
kudengar orang muda bersaudara
tegar sekali apa pun terjadi.

Jakarta
Mei, 1976
"Puisi: Jakarta di antara Luka-Luka (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Jakarta di antara Luka-Luka
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top