loading...

Mengenang Serayu

Wajah-wajah mengapung di hulu
mencari muara
matahari coba berkaca
di garis-garis arusnya
lalu wajah-wajah dan matahari
menyatu dalam tembang serayu 

Membawa orang-orang
hanyut ke masa silam
saat kehijauan simpan harapan
saat kebeningan simpan kesetiaan
saat kita saling menimang
suka cita masa kanak

Semua tlah menjadi bias-bias
tersisa dalam macapat Banyumasan
terasa sulit hadirkan kembali
saat Serayu ngalir dalam nadi
dan matahari hadir di hati
dan serulingmu hadir di serambi.

Bogor
Oktober, 1995
"Puisi: Mengenang Serayu (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Mengenang Serayu
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top