Sura, Episode Merah Hitam

Di bawah kibar sang merah putih
di puncak doa diam
wajahnya simpan pabrik-pabrik
sisa demonstran, sepi suara
langkahnya simpan deru mesin
sisa peradaban yang dipertanyakan
ketika greget luruh
jejak kaki mulai melepuh
ada tanya mulai terhela
lusa milik siapa.

Sura wingit menyapa
dalam kelebat warna merah hitam
jiwa gugat dalam diam
windu menjadi sekam
banaspati berubah rupa
wajah siapa
gara-gara di nafasmu
geliat ular di lidahmu 
mengakulah di penghujung suara
sementara merah putih diam.

Bogor
April, 2000
"Puisi: Sura, Episode Merah Hitam (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Sura, Episode Merah Hitam
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top