loading...

Tragedi itu

I
Darah telah tertumpah, bapa
air mata meresap di jalan raya
kata-kata telah diserukan
di antara bunyi tembakan!
Matahari bulan Juli telah bersaksi
ubah langit jadi lembar misteri
ada yang tak bisa mati
rasa cinta pada pertiwi.

Ada apa di dalam kota?
Anak bapa dijaring Kala!
Ada apa di dalam kota?
Anak bapa tetap perkasa!

II
Adalah irama jagad
yang salah seleh yang benar jaya
adalah yang dibikin sekarat
ternyata Kekasih Sang Pencipta
Ada ruh penjaga topo broto
di gapura jalan Diponegoro
kibarlah tinggi kau panji-panji
kibarkan ke mega yang waras hati

Ada apa di dalam kota?
Anak bapa dijaring Kala!
Ada apa di dalam kota?
Anak bapa tetap perkasa!

Juli, 1998
"Puisi: Tragedi itu (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Tragedi itu
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top