Balada Buat Indira

Saat dunia menatap dan bicara tentangmu
dan para pengagum setia menunggu di bawah mimbarmu
Indira, saatnya kau tampil menyingsing sari
karena masa depan bukanlah
mega-mega yang terpintal di langit
pernah ditatap Rabindranat dalam renungnya
tapi butir-butir peluh yang senantiasa menetes
dari balik helai rambutmu
dan buih-buih cinta yang tegas senantiasa bersabung
pada luasnya samodra jiwa.

Seribu kejatuhan tak menodai namamu
seribu lawan tak melukai perisai jiwamu
sumber segala kasih bagi mereka yang tersisih
mereka yang selalu damba akan welas asih
dari ibu pada siapa mereka berseru dan mengadu
buktinya, kau bangkit dan memacu langkah
bunga-bunga yang berangkaian di mana pun kau datang 
pasti bicara tentang semua itu
tapi tatap mata yang tulus dari
bocah-bocah kecil kurus di bagian paling dalam dari India
pasti lebih menarik untuk kau cium dan kau sapa
mereka adalah rumput-rumput yang terbakar kering
mereka adalah sapi-sapi kecil yang rindu induknya
hanya keanggunan citra dan karismamu
Indira kekasih segala kasta yang ada
sanggup membasahi ladang dan dusun
sanggup bicara tentang perlawanan, kemerdekaan, setia kawan
dan bila angin tenggara bertiup dari arah samudra Indonesia
tangkaplah juga pesan wanita-wanita sederhana.

Jakarta, 1980
"Puisi: Balada Buat Indira (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Balada Buat Indira
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top