Catatan Agustus: Dialog Perempuan dan Alam

Bulan bening kuning emas
menyinari alam sunyi
menyinari alam hati
tetabuhan terus bergaung
di udara berembun
orang-orang pondok pucung
hatinya berkidung.

Bulan bening dini hari
selendang di arena menari
pohonan mulai membayang
samar-samar menuju terang
langit pagi menyapa
perempuan adakah duka tersisa
o, sedang kuhayati makna merdeka.

Embun-embun bening
hati-hati bening
suara-suara bening
sesaat lagi semua kutinggalkan
sebutir embun dalam sukma bersarang
langit pagi kembali menyapa
perempuan menunjuk dada.

Bogor
Agustus, 1997
"Puisi: Catatan Agustus: Dialog Perempuan dan Alam (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Catatan Agustus: Dialog Perempuan dan Alam
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top