Membaca Merapi, Membaca Dusun Tutup II

Sapa pagi di daun jatuh dan suara satwa gunung
kidung tak henti dalam jiwa simpan gaung
dusun Tutup hijau raya bagai mimpi sejahtera
para perempuan dan lelaki berambut panjang
tak hirau orang kota sibuk jarahan
membaca dan mengeja tak pernah sudah
setiap datang mekar hati bungah
membaca dusun Tutup ada api dalam tungku
membaca dusun Tutup ada damar dalam kalbu
membaca dusun Tutup ada Sitras Anjilin lugu
rambut panjangnya mulai berubah kusimak diam
senyumnya masih segar hijaukan pepohonan
ucapannya selagi dalam kebersamaan:

Yang kau lihat tarian kami wujudkan seni
Yang kau rasa getar jiwa kami menyembah Gusti

Ada galau, pulang tidak
di jalan setapak terekam berjuta detak terpis jarak.


Lereng Merapi
Purnama, Maret 2004


Catatan:
Tutup = Dusun kecil di lereng Merapi
Bungah = Rasa senang
Sitras Anjilin= Seniman Merapi
"Puisi: Membaca Merapi, Membaca Dusun Tutup II (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Membaca Merapi, Membaca Dusun Tutup II
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top