Veteran Tua dan Bendera

Di langit telah berkibar bendera 
tapi orang-orang masih bertanya
tentang kemerdekaan lain
yang tetap menjadi impian
: masalahnya sederhana
(kata seorang veteran tua)
: itu bukan untuk dijawab tapi dihayati
sepenuh jiwa raga sampai mati
kenapa orang-orang mesti gusar
membiarkan hati 'ngembara
dan jauh tersasar.

Sebenarnya kita telah salah mengeja
dan makin salah memberi makna
: kembalilah ke dalam lubuk nurani
temukan butir-butir sifat Ilahi
(orang-orang tertawa)
: kalian tak percaya
(tanya veteran tua)
: di sini ada
ditikamnya dada
ditampungnya darah disiramnya bendera
warna merah mulai pudar itu
kembali nyata
veteran tua memeluk bumi
bendera memeluk angkasa.

Bogor, 1995
"Puisi: Veteran Tua dan Bendera (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Veteran Tua dan Bendera
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top