Di Antara Warna-warna

Aku telah menyadarinya
cukup lama sejak perjalanan pertama 
Kau beri warna-warna
Kau beri suara-suara
langkah memberi buah
hasrat memberi darah
lalu perjalanan panjang
di antara pertempuran-pertempuran
warna-warna-Mu tak pernah pudar
suara-suara-Mu tak pernah tawar
langkah terus menuju padang
orang-orang mencari, mendapat dan kehilangan
rahim perempuan alim berbuah sepanjang zaman
teknologi telah menjadi kembang plastik
hadir tanpa ruh
sambil mengayun pedang pembunuh
mimpi perempuanku telah melepuh
tapi siapa mau henti berkayuh
sementara Kau masih setia memberi warna.

Jakarta
September, 1990
"Puisi: Di Antara Warna-warna (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Di Antara Warna-warna
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top