Kuching, Senja Hari


Seorang anak memungut ranting kering
girang melambai-lambai
lalu melemparkannya ke sungai.

(Sungai Sarawak, keheningan ajaib
lahir dari perut bumi yang gaib)

Seorang gadis berjalan bergegas
mengejar perahu tambang
memintas ke sebrang.

(Sungai Sarawak, keajaiban hening
menyelimuti kehidupan Kota Kuching)

Seorang lelaki memandang tenang.
Segala yang berlaku, segala yang silam
lalu tersenyum, mengangguk perlahan.
Sendirian.

(Sungai Sarawak, naga raksasa
menjalar perkasa. Penuh rahasia.
Selamanya)
 
  
1971
"Puisi: Kuching, Senja Hari (Karya Ajip Rosidi)"
Puisi: Kuching, Senja Hari
Karya: Ajip Rosidi

Post a Comment

loading...
 
Top