loading...

Salam Pagi dari Semenanjung Muria
(Catatan duka bagi tanah kelahiranku)

Rahimnya yang wangi dan menghijau
lahirkan aku dan saudara-saudaraku
kami tumbuh dewasa
telah mengerti duka dunia
telah mengerti makna merdeka
sambil mensyukuri karunia-Nya
menyusu dari sungai-sungai kecilnya
dari hampar kebun tebunya
dari harum kopi dan parijatha
mentari menyiram luas pantai utara
menyiram ladang dan kebun kelaapa
menyiram hari-hari sederhana
angin dari gunung dan laut menyatu
dari aromanya udara berbeda
dari geraknya jiwa berfatwa
tapi isu peradaban baru
selalu mencari dan meniru
kucemari hari ke hari
di tabir pagi kubayangkan
terejam rahim hijau ibu bumiku
tercemar biru dahi bapa angkasaku
tersayat semenanjungku
luka karat menggeliat.

Bogor, 1994
"Puisi: Salam Pagi dari Semenanjung Muria (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Salam Pagi dari Semenanjung Muria
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top