Bisnis

header ads

Puisi: Kalvari (Karya Joko Pinurbo)

Kalvari

Hari sudah petang ketika maut tiba di ranjang. 

Orang-orang partai yang mengantarnya ke situ 
sudah bubar, bubar bersama para serdadu 
yang mengalungkan kawat berduri di lehernya 
dan membuang tubuhnya tadi siang. 

Hanya ada seorang perempuan sedang sembahyang 
berkerudung kain kafan 
dan menggelarnya bagi raga yang capai. 

“Bapa, belum selesai. Entah kapan saya sampai.” 

Hanya ia yang tawakal 
menemani ajal, 
menyiapkan pembaringan 
buat tidur seorang pecundang: 
warga tanpa negara, tanpa agama. 

Hanya ia yang mendengar sekaratnya. 

“Telah kuminum anggur 
dari darah yang mancur. 
Telah kucecap luka 
pada lambung yang lapa. 
Di tubuh Tuhan kuziarahi 
peta negeri yang hancur.” 

Maut sudah kosong 
ketika mereka hendak menculik mayatnya. 
Hanya ada seorang perempuan 
sedang membersihkan salib di sudut ranjang. 

“Ia sudah pergi ke kota,” katanya, 
“dan kalian tak akan bisa lagi menangkapnya.”

1998
"Puisi: Kalvari (Karya Joko Pinurbo)"
Puisi: Kalvari
Karya: Joko Pinurbo

Posting Komentar

0 Komentar