loading...

Meeting Point
untuk Linde Voute

Aku menunggu, kami menunggu
di tengah Amsterdam yang gatal
Mantel-mantel wol
memantapkan langkah-langkah gontai
Mengusir rasa entah.

Aku menunggu, kami tetap menunggu
Detak jantung terus berpacu
Antara jenuh dan alunan sebuah lagu
Ada janji yang hampir beku.

Yang kami tunggu pun datang
Menyebut nama
dengan senyum yang dipersiapkan
sejak dari kandungan ibu.

Amsterdam yang agak gatal
tiba-tiba menjadi ramah
Tak penting
Antara kami dan dia tak pernah bertemu.

Yang penting kopi traktiran itu
telah mengingatkanku
pada samudra di dada ibu.

"Puisi: Meeting Point (Karya D. Zawawi Imron)"
Puisi: Meeting Point
Karya: D. Zawawi Imron

Post a Comment

loading...
 
Top