Puisi D. Zawawi Imron

Puisi: Lukisan (Karya D. Zawawi Imron)

Lukisan beribu warna dari bulu-bulu burung cintaku kususun di lazuardi, jadilah lukisan bidadari yang datang dari surga kenangan ia adalah engkau, ma…

Puisi: Percakapan di Satu Desa (Karya D. Zawawi Imron)

Percakapan di Satu Desa nanti malam, apa jadi engkau ke rumah? isteriku membuat dodol biji mangga kita makan d…

Puisi: Padang Hijau (Karya D. Zawawi Imron)

Padang Hijau Sejuk pun singgah memeluk nisan demi nisan gerimis sore memetik kecapi maka tebaklah dalam lautan! perahu-perahu tetap terkapar d…

Puisi: Lagu Petani (Karya D. Zawawi Imron)

Lagu Petani Pada tekstur tanah tegalan sehabis ayun cangkul musim penghujan ada corak hati menyimpan nyanyian kini yang dekat adalah panta…

Puisi: Nyanyian Pemberang (Karya D. Zawawi Imron)

Nyanyian Pemberang keraguanlah, nama anak bumi di rimba-rimba lahir sebelum salju, hidup berdarah api kausaksikan burung manyar penjelmaanku disuapi …

Puisi: Aku Bergantung (Karya D. Zawawi Imron)

Aku Bergantung aku bergantung pada ranting sambil menengok yang berbiak di dalam rimba kauajarkan padaku bahasa hujan meski yang kuinginkan bahasa bu…

Puisi: Padang Tak Berangin (Karya D. Zawawi Imron)

Padang Tak Berangin Kelelawar masih menunggu rebah cahaya usah kita bertanya! rahasia toh akan tiba di padang-padang suara. Di sana sebatang pohon si…

Puisi: Pengembara (Karya D. Zawawi Imron)

Pengembara biru restumu, ibu! warna tahi tembaga di wajah langitku telah hikmati langkahku yang suam-suam kuku ada rantau hendak kuputar dalam mataku…

Puisi: Nyanyian Tengkorak (Karya D. Zawawi Imron)

Nyanyian Tengkorak Seribu pinggan, senyum dan sangsiku membuatku tak kenal kubu hanya dalam liang suara berdesakan diselingi jerit panjang. Sekian ha…

Puisi: Tuntutan (Karya D. Zawawi Imron)

Tuntutan aku pernah percaya pada batu maka kuasah tandukku laut bersenggak jauh di sana mempertahankan warna birunya bukan aku memilih teman tapi pra…

Puisi: Mawar dan Nenek Tua (Karya D. Zawawi Imron)

Mawar dan Nenek Tua nenek tua, nenek renta ia punya jambangan dan mawar yang gemetar ia tanam mawar itu buat anaknya yang mengembara sejak kecil mula…

Puisi: Dalam Topan (Karya D. Zawawi Imron)

Dalam Topan dalam topan sunyi bergolak menyelamatkan simpanan waktu akhirnya ditemukan senyum semerbak di hati batu sunyi tak bisa mengelak dijadikan…

Puisi: O, Suara Itu (Karya D. Zawawi Imron)

O, Suara Itu ingin kudengar beritamu o, senyap! karena aku ditunggu gunung emas setelah rindu rimbun bertunas setelah duri-duri kuremas o, suara itu …

Puisi: Tanda (Karya D. Zawawi Imron)

Tanda kiamat yang dikhawatirkan para saleh akan datang bersama ketidaksabaran karena tiang-tiang sudah acuh tak acuh pada lumut dan derita kini tingg…

Puisi: Dari Kamal ke Kalianget (Karya D. Zawawi Imron)

Dari Kamal ke Kalianget untuk Hadi masih ada sisa sepatu yang dulu menginjak kaki kakek sampai berdarah tapi pulau bersama lalat dan langau telah mel…

Puisi: Nyanyian Tanah Garam (Karya D. Zawawi Imron)

Nyanyian Tanah Garam Angin yang diluluhkan bauan wangi barangkali tak akan mampu menghitung kerikil-kerikil sepi perih ya, perih! adakah…
© Sepenuhnya. All rights reserved.