Puisi: Pengembara (Karya D. Zawawi Imron) Pengembara biru restumu, ibu! warna tahi tembaga di wajah langitku telah hikmati langkahku yang suam-suam kuku ada rantau hendak kuputar dalam mataku…
Puisi: Selalu Laut (Karya D. Zawawi Imron) Selalu Laut Mengapa selalu laut yang kusebut dalam nyanyian? Dalam kabut yang gelap kulihat rohku seperti ikan yang berenang tak punya rum…
Puisi: Pertemuan (Karya D. Zawawi Imron) Pertemuan Di jalan ke pelabuhan menyambutku kabut yang remang nelayan pulang dari laut menjalaku dengan pandangannya. "Paman, alangkah kecut bua…
Puisi: Berkayuh di Kaki Sulawesi (Karya D. Zawawi Imron) Berkayuh di Kaki Sulawesi Ini puisi yang mengaji kelenjar mengaji simpul tali yang merentang layar. Tadi malam kasur sekarang ombak Mataha…
Puisi: Luka (Karya D. Zawawi Imron) Luka sakit luka itu diterima sungai dibawa ke tangan kesadaran tapi muara menolak lantaran laut yang sesak oleh sejarah kupilih jadi belut daripada u…
Puisi: Perjalanan Laut (Karya D. Zawawi Imron) Perjalanan Laut Dalam begini, meski bisa 'ku tebak kabut yang besok akan meledak, renyai musim labuh akan…
Puisi: Pelayaran (Karya D. Zawawi Imron) Pelayaran Sehampar pantai disebut bandar serasa menyimpan telur-telur kelam pada bibirnya yang lengang omba…
Puisi: Kerapan (Karya: D. Zawawi Imron) Kerapan (1) Saronen itu ditiup orang darah langit jatuh di padang, hatimu yang ditapai menjadi sarapan siang…
Puisi: Kolam (Karya D. Zawawi Imron) Kolam Kutunjukkan padamu sebuah kolam hai, jangan tergesa engkau menyelam! Di situ sedang mekar setangkai kata…
Puisi: Sepasang Mempelai (Karya D. Zawawi Imron) Sepasang Mempelai Bulan sembunyi mendengar sunyi memintal hati Di bawah bubungan bertanduk sapi detik-detik menunggu kelanjutan sabda lelu…
Puisi: Bulan dan Anak (Karya D. Zawawi Imron) Bulan dan Anak kemarau yang membersihkan halaman adalah kemarau yang mengusap bulan ada sejuta bayang-bayang membiarkan burung-burung lewat terbang k…
Puisi: Kepada Pattimura (Karya D. Zawawi Imron) Kepada Pattimura kala tali gantungan erat menjerat gagang lehermu, senyum cantik kemerdekaan menyingsing dari bibirmu o, hembusan napasmu, tak ada ar…
Puisi: Anak Malang (Karya D. Zawawi Imron) Anak Malang Ia terapung di angkasa malam bergelut menggulat duka nira kecut yang bersumber dari mata menderas dengan kaidah dendam tapi dendam pada s…