loading...

Orang-orang Jam 7 Pagi

Lemari makan dan atap rumah, ribut sekali semalam. 
Sisa-sisa mie goreng seperti serakan orang bunuh diri. 
Tikus mengundang teman-temannya di situ, membuka 
lemari es, membayangi selokan got pada irisan mentega. 
Tak pernah kutahu kebahagiaan dan kesedihan mereka: 
Aduh! Ribut sekali kalimat seperti ini. Lalu sikat gigi, 
suara air kamar mandi, mulai membuka pintu dan 
jendela-jendela pagi.

Selimut masih membayangi sebuah kota, bersama 
bubur ayam, mentega dalam roti, dan air mendidih di 
atas kompor. Sepatu mereka mulai berbunyi, menjauh 
dari teras rumah, bau sabun dan shampo pada rambut 
basah. Suara ribut di meja makan mulai berubah jadi asap 
knalpot. Aku adalah 3 km yang lalu dalam bis penuh 
sesak, menelusuri koridor-koridor yang menyimpan 
betismu. Lalu menghilang di balik lift. Aih! Tak ada lagi 
masyarakat, pada telepon yang kau angkat.

Jam 7 pagi aku antar tubuhku dalam kristal-kristal 
vitamin C, lembar-lembar foto-copy: tolong cumi kering 
setengah kilo; minyak goreng satu botol; bawang putih: 
siapa yang telah menyusun pagi jadi seperti ini? 
Suaranya, seperti siaran berita yang menggebrak meja.


1995
"Afrizal Malna"
Puisi: Orang-orang Jam 7 Pagi
Karya: Afrizal Malna

Post a Comment

loading...
 
Top