Kepada Jakarta


'Ku kutuk kau dalam debu keringat kota
Karena di balik keharuan paling dalam
Mengintip malaria.

'Ku cinta kau kala senja
Mentari mengubur sinar menyirat bukit-bukit atap
Menari di kening-kening rumah, membelai perut sungai
Lalu lintas bergegas, kelip lampu becak
Semua makin pudar, semua jadi samar
Lahir kembali dalam kecerlangan malam
Mengambang mobil-mobil hitam di aspal hitam.

'Ku cinta kau dalam ketelanjangan malam
Penuh warna dalam keriahan gemilang
Sibuk dalam kelengangan arah
Menjauhi sudut jiwa paling sepi
Menyaruk-nyaruk jalan menyusur kali
Becermin di permukaan air kemilau
Bulan rendah seolah terjangkau.

'Ku cinta kau kalau dinihari
Redam batuk memecah sunyi
Dan nyanyian tukang becak
Mengadukan nasib pada langit
Dan bintang yang tak mau 'ngerti

'Ku cinta Jakarta
Karena kau kota kelahiran kedua.

 
  
1955
"Puisi: Kepada Jakarta (Karya Ajip Rosidi)"
Puisi: Kepada Jakarta
Karya: Ajip Rosidi

Post a Comment

loading...
 
Top