loading...

Pengemis Senen


Begitu mereka memandang kepadaku, tajam dan hina
tubuh ditumpuki beban, terdekap pada bumi
terkaca di matanya tangan maut panjang dan tajam
akan menerkam duka.

Begitu mereka memandang kepadaku, harap dan benci
hidupnya telah dihisap, melonjak nafsu di dadanya
aku berkacakan diri pada mereka dan mereka dalam
mataku.

Mereka memilih jalan lain, melekapkan tubuh ke kulit bumi
terdengar degup jantungnya, berbareng desah nafasku
karena terkaca pada mereka, aku ngungun wajah jalang
keras di urat tangan, tapi aku tak sampai merabanya
biru-biru tingal tulang.

Aku dan mereka berpisah, mereka pilih rumah sendiri di
buminya
cuma karena tangan nasib mengulur berbeda.
 
   
"Puisi: Pengemis Senen (Karya Ajip Rosidi)"
Puisi: Pengemis Senen
Karya: Ajip Rosidi

Post a Comment

loading...
 
Top