loading...

Amsal Gua

Kukidungkan desir kehidupan
mengapung di gelap gua
dalam tetes ritmis
antara stalagtit stalagmit
teduh jiwa teduh
gaduh sirna gaduh.

Simpan tembang masa silam
abadi dalam lengkungan
simpan doa purba
dalam aroma angsoka
di sini tiada siang tiada malam
di sini hadirku bayang-bayang.

Wanodya mulia
pernah meraga sebentuk mega
manakala rembulan empat belas
hari ini kusentuh batu semadi
dengan kidungku
sentuh gua nuranimu
siang menjelang sura
gua satukan sapa.

Gua Tabuhan, Pacitan
April, 1999
"Puisi: Amsal Gua (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Amsal Gua
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top