loading...

Jakarta

Glamournya menyebar liar
sampai ke kota tua
mengejek kampung utara
aku ternganga
ketika satu saat
harus mengetuk pintunya
untuk bermukim.

Glamournya memilih-milih
tak sampai pada jalan 'nuju rumahku
aku bukan sahabat
aku datang tanpa diundang
salah diri terbongkok udang
'nembang menatap awang-awang
Jakarta, bagaimana harus menyebutmu.

Rembulan di langitmu
terpotong puncak gedung
Matahari di langitmu
terpotong siluet benang
Impian di langitmu
membuatku jadi kepompong
akankah di sini lama aku.

Jakarta
Juni, 1975
"Puisi: Jakarta (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Jakarta
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top