loading...

Pesan dari Tepi Gaduh

Kota gaduh sepanjang langkahmu darah
catatan bertebaran di ruang-ruang
mahkota hilang sudah
dari jiwamu yang terbelah
aku tak mampu menegur selain gelisah
manakala muncul bisikan itu:
jiwa harus tetap terjaga
demi kelestarian batin kita.

Aku terperangah di tengah-tengah
sementara engkau semakin pongah
dan aku menangisi ibu bumi
saat bisikan itu muncul lagi:
gusti telah menjaganya
dan manusia menikmatinya
demi kebetahan manusia
di Wadah Ciptaan-Nya.

Aku terdiam dalam kegaduhan
terus bersaksi atas kegaduhan.

Bogor
Mei, 2002
"Puisi: Pesan dari Tepi Gaduh (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Pesan dari Tepi Gaduh
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top