Lukisan Waktu

Pintu itu sudah setua hidupku. sejarah dan waktu
berlintasan dalam geritnya. hingga tak perlu kauketuk
setiap kali akan memasukinya. cuma, bertanyalah
sebab apa ia kemudian terkunci ketika sampai waktu
kereta
menjemputmu. kerinduan anak-anak di luar,
mengaburkan
kesunyian yang gaib. menggetarkan seribu bahasa
diamnya.

Bahasa apakah harus kuucapkan dalam syair-syairku,
sebab kebisuan tumbuh di keningku. kegaduhan batinku
telah mengaliri suara-suara keriuhan anak-anak itu.
tapi tak juga 'nganga pintu itu. sedang waktu dan usia
telah berlepasan dari hidupku. tak juga 'nganga.

"Puisi: Lukisan Waktu (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Lukisan Waktu
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Post a Comment

loading...
 
Top