loading...
Lelaki-lelaki yang Lewat


Debu-debu mengepul
tanda orang-orang lewat di jalanan
Bau keringat dan gurau cabul
tanda lelaki-lelaki lewat di jalanan.
Ke timur. Mereka berjalan ke timur.
Ke arah limau merah dari langit.

- Hai, Nak! Anak penjaga malam!
Lelaki-lelaki telah lewat dengan galaunya.
Katakan, Anak, darimana datangnya?

- Mereka datang dari barat
utara dan selatan.
Ah, Bu, mereka datang dari pojok mana saja

Mata berkilat bagai buah-buahan
mulut bau arak dan nyanyi sepanjang jalanan
lelaki-lelaki telah datang dari barat, selatan
ya, dan penjuru mana saja
Mereka telah tinggalkan rumah-rumah bahagia yang terlarang
kelelawar-kelelawar terbang pulang ke gua sarang
kerna di langit arwah-arwah
telah membasuh piring merah

- Hai, Nak. Anak gembala dinihari?
Lelaki-lelaki telah lewat dengan wajah bagai tungku.
Katakan, Anak, apa yang telah mereka kerjakan?

- Mereka kerjakan ini.
Mereka kerjakan itu dan apa saja.
Ah, Bu, lelaki adalah nabi hatinya!

Dinihari yang segar
dengan buahan di pepohonan.
lelaki yang payah telah butuhkan rumah.
Mereka telah lewat dengan nyanyinya.
Lelaki-lelaki menjual umur dengan berani.
Mereka menyanyi dan selalu menyanyi.
Ah, ya, tentu dengan kenangan yang indah!

 
 
"Puisi: Lelaki-lelaki yang Lewat"
Puisi: Lelaki-lelaki yang Lewat
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top