Hujan Tana Toraja

Air jatuh, di tanah berlinang jiwa
oh, dingin rasa hujanku.

Berjuta rintik purbakala
menyiram hutan-hutan perawan
seperti ada bunyi kecapi
mengiringi tarian bayang-bayang
oh, hujan berbisik padaku
tak kudengar
tapi aku tahu maksudnya.

Mari kita bercakap
dengan air yang meresap
jauh ke dalam tanah
dan suka pergi menyusur nadi
menghidupkan arwah pada mimpi.

Sonya, di antara kepungan tapak-tapak hujan
kuingin lelap dalam dekapmu
bukan aku sebagai lelaki
tapi sebagai bayi
yang baru belajar mendengar nyanyi.

Dan nyanyikanlah
bahwa dari ubun-ubun ke bintang
terjadi jarak cuma sejengkal.

"Puisi: Hujan Tana Toraja (Karya D. Zawawi Imron)"
Puisi: Hujan Tana Toraja
Karya: D. Zawawi Imron

Post a Comment

loading...
 
Top