Soreang, Silsilah

Kenapa pohon-pohon membentuk canopy daun,
tudung bagi batang tegak dan hunjaman akar?

Melengkung bagai tenda café halaman dengan
menú es krim dan steak sapi, dengan lelampu
temaran dan sepasang mata yang bersipergok
- dan jari-jari berjalin bagai anyaman tas rotan.

Seperti payung ibu ketika pulang dari pasar,
seperti parasut pasukan komando yang mau
menyusup ke sarang teroris, seperti selendang
di antara sejoli sehati diijabnikahkan penghulu.

Tapi kenapa pohon-pohon itu merontokkan daun
sebelum batang kerontang dan akar mengering?


"Puisi Beni Setia"
Puisi: Soreang, Silsilah
Karya: Beni Setia

Post a Comment

loading...
 
Top