Nyanyian Cinta

Jangan pernah tidurkan semangatmu
jeruji besi juga tak pernah tidur, lelakiku
Soweto masih seperti dulu
ada tangis kanak-kanak di luar rumah
ada isu berkeliaran di jalanan
ada pekik orang-orang penyimpan sayang
ada kembang dalam kenangan panjang.

Jangan pernah baringkan harapan
umur buka jangka pengukur, lelakiku
agar selalu rasa hanyut kota kulit hitam
walau mengubah sand-wich jadi sekam
untuk sebuah kesaksian siap kau telan
di mataku hutan Afrika keriting rambutmu
di mataku langit Afrika kerut dahimu.

Musim-musim dan perjuangan
kunyanyikan
merjan-merjan
di leher kuat
sesungguhnya impian merdeka
bincang dunia.

Tengok keluar setiap cintamu lapar
di langit kulukis merpati terbang
di paruhnya kusemati ranting zaitun
berdaun kuncup cinta anak-anak Soweto
yang bermunculan dari rahim waktu
anak-anak yang tak henti mencari bapa
anak-anak yang tak henti menggapai angkasa.

Jakarta
Juli, 1988
"Puisi: Nyanyian Cinta (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Nyanyian Cinta
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top