loading...

Pada Suatu Hari Mentari Membakar Kota

Kota tua telah penuh bangunan
teluk kehilangan perahu bersandar
sementara para lelaki anak laut menabur jala
jangan sampai kosong hari ini, seru istrinya
tapi ikan-ikan telah pindah habitatnya
berenang dalam pigura di gedung-gedung
apa yang bisa dilakukan kota tua terbakar matahari
bahkan mengirim salam pada laut tak lagi.

Saat matahari tepat siang kota terpanggang
berdatangan pemadam kebakaran
tapi kota semakin bara karena matahari kini ada dalam jiwa
hanguskan hasrat tersisa bukti pernah ada
peradaban yang kini disingkirkan
kota terus terbakar.

2002
"Puisi: Pada Suatu Hari Mentari Membakar Kota (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Pada Suatu Hari Mentari Membakar Kota
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top