Tambur

menjadi sungai
menjadi batu
menjadi air
menjadi tanah
menjadi ikan
menjadi pendar
menjadi riak
menjadi alir
menjadi bah
menjadi jerit

menjadi pohon
menjadi akar
menjadi daun
menjadi getar
menjadi gugur
menjadi musim
menjadi ringkih
menjadi belantara
menjadi riuh
menjadi lagu

menjadi ratap
menjadi rabu
menjadi tubuh
menjadi liuk
menjadi tari
menjadi bayang
menjadi lenting
menjadi jemari
menjadi tusuk
menjadi tunggu

menjadi taman
menjadi lampu
menjadi bayang
menjadi takut
menjadi sunyi
menjadi bisik
menjadi luka
menjadi tatap
menjadi tiup
menjadi lamat

menjadi diam
menjadi gunung
menjadi waktu
menjadi janji
menjadi sesal
menjadi liku
menjadi arah
menjadi renta
menjadi ruh
menjadi tuhan

menjadi segala
menjadi riak
menjadi lenyap
menjadi bila
menjadi tanya
menjadi tingkap
menjadi aku
menjadi kosong
menjadi gaung
menjadi kalbu

setumpul sembilu ...

Mendut, 2011
"Puisi: Tambur (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Tambur
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Post a Comment

loading...
 
Top