loading...

Paz

Pada relung-relung puisi
suara-suara lain tak terpermanai
mengirim isyarat darurat
lewat bisik batuan senyap

Puisi pun menjelma gumam
di bursa saham, belukar
di tertib pasar

Di benderang siang
puisi memadahkan pesona gelap
bayang muram sang keindahan
bisik lirih di keriuhan
gaduh pekik di kebisuan
semacam dengung murung
di sela hamparan gedung
nyanyian-nyanyian lindap
yang mengusik tidur-tidur lelap.

Pada pusaran kesendirian
abad-abad bergegas
mengejar zaman yang lekas.
Tapi puisi selalu saja bersikeras
menghuni sunyi abadi
merayap senyap ke jantung pemimpi
dan bertelur diam-diam
melarvakan masa depan.


"Agus R. Sarjono"
Puisi: Paz
Karya: Agus R. Sarjono

Post a Comment

loading...
 
Top