loading...

Di Hadapan Mbah Mun

(1)
Di jantungku yang basah, berdegub dingin nan pasrah
Kibas sorbanmu memoles jiwa
Keringlah sejarah kelam yang terkapar deru hujan
Mengkhatamkan pasal perih dan murung nazam
E, co! Dadi wong iku kudu duwi kelambi jobo lan kelambi jeru, ujar engkau.
Aku sunyi, seperti jantungku.

(2)
Takkan usai malam mengisahkan percakapanku ini, Mbah
Antara sepi dan keramaian, antara letih dan kekuatan
Tawa dan airmata, henti dan lari
Juang dan pasrah, rindu dan dendam
Cinta dan benci, kobar dan api
Atau apa-apa
Antara baqa dan fana.

Ataukah antara barisan airmata di halaman sendumu
Aku masih tertawa-tawa tentang lampias luka lalu?
Sedangkan uban alis tebalmu mengipas-ngipas wajahku
Bagai sorban embun
Aku berharap engkaulah jembatan nafas ini
Meniti derap langkahku kepada Lailaha illallah...

Rembang, 2008
"Puisi Raedu Basha"
PuisiDi Hadapan Mbah Mun
Karya: Raedu Basha

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top