loading...

Catatan Darah dan Api

Belum kering air mata
belum hapus darah di jalan raya
belum layu kiriman bunga
dalam nuansa duka Jakarta
Semanggi kembali bersimbah darah
Semanggi kembali ditandai api
ontran-ontran melanda jiwa
ontran-ontran melanda kota.

Kesombongan paripurna
senantiasa meminta korban
bunga-bunga masa depan
sementara di gedung agung
sebuah partitur masa depan
di ujung palu yang diketukkan.

Di Semanggi kenangan panjang
dalam setumpuk kembang
ada catatan sebuah nama
Yun Hap orang muda pemutus mitos
hari ini menjadi granit
tulis sejarah baru di langit.

September, 1999
"Puisi: Catatan Darah dan Api (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Catatan Darah dan Api
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top