Malam Itu Kami di Sana

"Kenapa kaubawa aku ke mari, Saudara?"; sebuah stasiun
di dasar malam. Bayang-bayang putih di sudut peron
menyusur bangku-bangku panjang; jarum-jarum jam tak letihnya
meloncat, merapat ke Sepi. Barangkali saja

kami sedang menanti kereta yang biasa tiba
setiap kali tiada seorang pun siap memberi tanda-tanda;
barangkali saja kami sekedar ingin berada disini
ketika tak ada yang bergegas, yang cemas, yang menanti-nanti;

hanya nafas kami, menyusur batang-batang rel, mengeras tiba-tiba;
sinyal-sinyal kejang, lampu-lampu kuning yang menyusut di udara
sementara bayang-bayang putih di seluruh ruangan,
"Tetapi katakan dahulu, Saudara, kenapa kaubawa aku kemari?"

1970
"Puisi Sapardi Djoko Damono"
Puisi: Malam Itu Kami di Sana
Karya: Sapardi Djoko Damono

Post a Comment

loading...
 
Top