Prosa Hitam Pasar Orang-Orang

Pada kaca yang pecah dalam wajahku dan sinar tak lagi 
kukenal, pada sinar yang pecah dalam mataku dan alam 
tak lagi kukenal, pada alam yang pecah dalam diriku dan 
sempurnalah butaku, tak melihat atas dunia: daratan 
impian yang terbentang dalam suara-suara kubur, mem
bilang tanah, membilang sungai, membilang matahari, pada 
setiap pecahan kaca, diri membelah-belah.

Aku bermimpi.
Aku jadi manusia.

Bagi setiap sepi yang menanam siksa pemberontakan, bagi 
setiap yang menyimpan kematian, suara kubur yang 
bernyanyi kebebasan manusia, aku bermimpi dalam ke
gairahan maut yang sempurna seorang manusia, menjadi 
sejumlah barisan panjang yang memakan dirinya sendiri
sambil mengukir peta pada pecahan kaca.

Aku nyanyikan suara kubur bagi orang sepi yang disiksa 
memakan dunia segumpal demi segumpal. Manusia yang 
bergerak dengan dada terbongkar penuh dengan gumpal-
gumpal tanah berbau amis, bernyanyi bagi setiap penggali 
kubur yang memuja kebesaran manusia dengan matanya 
yang pecah 
bernyanyi, bernyanyi, burung-burung ajal yang membuat 
sarang pada jalan-jalan raya kehidupan. Nyanyian hidup yang 
menyiksaku tak habis malam tak habis siang bernyanyi.

Ibu yang dari segala ibu yang menyimpan kematian dalam 
daging-daging sunyiku, anak yang dari segala anak yang 
menyimpan kematian dalam sunyi urat-urat kelaminku, men
jamah keganasan dalam gairah matahari yang membakar 
tanah jadi alam terbuka dalam tubuhku. Mimpi itu telah 
bangun menjadi menara daging yang terendam dalam rumput-
rumput yang bangkit memuja manusia, m
embangun, membangun, dan dengan kapal daging-daging 
manusia, aku putar bumi ini di tengah-tengah udara yang 
penuh dengan racun-racun kekuasaan. Bernyanyilah orang-
orang bersama suara-suara kubur yang mencengkeram langit, 
dan aku cat bumi ini dengan darahku.

Aku jadi manusia.

Segalanya menderas ke jalan-jalan mimpiku, senjata-senjata 
menderu menyiksa pohon, menyiksa tanah, menyiksa langit. G
airah matahari menderu tak habis malam tak habis siang. P
adaku dalam dada yang terbongkar, menyeru tak habis ber
juta dunia.

Aku hidup.

1982
"Afrizal Malna"
Puisi: Prosa Hitam Pasar Orang-Orang
Karya: Afrizal Malna

Post a Comment

loading...
 
Top