loading...

Para Pembakar Ombak

Seketika ufuk menderas, hingga senja bergetar
tepian jiwa laksana laut samar
'niti bahtera punya saudara kembar
Nuh dan sejuta silsilah pudar.

Dari hulu ke hilir mengendarai jejak matahari
tuan datang dari kedalaman perigi
luluh lantak dalam rindu tak bertepi
berjalan dari jejak 'ngarungi sekujur jarak hari
menempuh perjalanan sunyi.

Mengapa ibu tak pulang
pergi jauh mengandung rindu, teman
tinggal bau air mata
riuh duka tepi taman.

Mungkin dia  mencari surga
Tuhan masih setia meletakkan
pada bagian terdalam dari iman.

Hingga tepi raga
nyanyi luka yang perih
sejauh tembang
yang kita dengar dari buritan.

Diri pun lelah: ayah senantiasa mengirim serapah
dan kita selalu memilih diam. sebisu kenangan ....

Jakarta, 2012
"Puisi: Para Pembakar Ombak (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Para Pembakar Ombak
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Post a Comment

loading...
 
Top