Tidak Ada yang Aneh dari Keyakinan Gurumu itu


Tidak ada yang aneh dari perubahan ciri
kumis dan jenggot
yang dicukur gurumu itu apa lagi dengan
beberapa tanda
bulatan hitam di keningnya demi
merendahkan satu
keyakinan akan keberadaan Tuhan di sebelah kiri urat
leher mereka sejak adam merubah wujudnya dari tanah
hingga kemudian kembali ke tanah sebagai keyakinan yang
tak tergoyahkan namun menjadi kontradktif dan lucu ketika
Tuhan mereka bilang mengizinkan
meledakkan diri di jalan.

Tidak ada yang aneh dari keyakinan dan
keseriusan
gurumu itu demi menghancurkan satu
keyakinan yang
populer dengan menggendong Tuhan
kemana-mana untuk
meyakinkan bahwa tuhan dan surga telah menjadi jihad
dalam hidupnya.

Tidak ada yang aneh ketika adonan amonium nitrat
nitrogliserin trinitrotoluene black powder dan anfo
itu melilit di tubuh gurumu lalu
meledakkannya di antara
kursi meja office boy pedagang bakso tukang ojek pengantar
bunga atau resepsionis hotel yang lebih
memahami anatomi
Tuhan dalam tubuhnya yang terbelah.

Lalu kau pun bertanya untuk apa guru
menumbuhkan
kumis dan jenggot sebegitu lama kalau hanya untuk jihad
dengan meledakkan Tuhan yang ada
digendongannya.

Kini gurumu itu telah sampai entah dimana di surga atau
di neraka tapi tidak ada yang aneh dari
perubahan ciri
kumis dan jenggot bekas dicukur itu atau
bulatan hitam
di keningnya sebagai jasad yang dianggap
telah membusukkan
satu keyakinan
padahal mereka tahu tuhan tidak serumit yang gurumu pahami.
 
  
"Puisi: Tidak Ada yang Aneh dari Keyakinan Gurumu itu (Karya Acep Syahril)"
Puisi: Tidak Ada yang Aneh dari Keyakinan Gurumu itu
Karya: Acep Syahril

Post a Comment

loading...
 
Top