loading...

Palaktaon

Langit kelabu
seumpama abu-abu tungku merakit lagi tubuh kayu
ranting-reranting berdebu
lupa daun kering di lumbung kesendirian masa lalu.

Palaktaon berkaki pemburu
mengejar angin bergulung-gulung ke ufuk mencari kembali pancaran biru
dari lembah dari bukit memusar kerontang mendaki perdu lalu benalu
lalu redup namun geraknya seumpama sinar surya
membawa tinta warna restu doa
seucap umpat ibu cecap mulutnya mengutuk batu
mengutuk puyuh dalam seruak serbuk-serbuk tungku.

Hujan berputar mengirim bala karma dari silam
abu-abu basah jadi lumpur lalu terkatung mematung redup malam
langit kelam, warna angkasa tak bisa dibungkam
mengerutkan dahi kering remuk terhantam
dan rindu terbakar kemarau di langit hitam
dan waktu terhenti dalam pekat dan dendam.

2015
"Puisi Raedu Basha"
PuisiPalaktaon
Karya: Raedu Basha

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top